Jersey Lionel Messi Pembawa Malapetaka

Jersey Lionel Messi Pembawa Malapetaka

Gooseaoutletstore.com – Mimpi Murtaza Ahmadi berjumpa pujaannya, Lionel Messi, sudah jadi fakta semenjak dua tahun kemarin. Tetapi, siapa kira bila masa lalu manis itu justru menjadi musibah untuk dianya serta keluarga.

Murtaza yang sekarang ini berumur tujuh tahun datang dari Afghanistan. Namanya mendunia pada 2016 lantas sebab diundang Messi dengan pribadi untuk turut buka salah satunya pertandingan Barcelona.

Undangan dikasihkan menjadi bentuk simpati. Masalahnya Messi tersentuh lihat photo Murtaza tengah bermain sepak bola sekalian kenakan kantong plastik berwarna biru putih (corak jersey Argentina) yang bertuliskan Messi 10.

Menurut Dailystar, sekarang ini Murtaza serta keluarganya telah tinggalkan Ghazni serta tinggal di Kabul. Itu berlangsung sebab ia dicari grup pemberontak Taliban. Akhir November lantas, golongan Sunni justru menyerang distrik Jaghori yang disebut tanah kelahiran Murtaza.

“Taliban sudah membunuh saudara-saudara saya serta mendatangi rumah-rumah. Mereka menyetop mobil-mobil serta membunuh beberapa penumpangnya. Anak-anak tidak bisa bermain sepak bola di jalanan, walau sebenarnya itu di luar ruang,” papar Murtaza.

“Kami telah terlatih dengan nada senapan mesin, Kalashnikov serta roket. Diluar itu, kami pun dengar teriakan beberapa orang,” imbuhnya.

Ibu kandung Murtaza, Shafiqa, mengaku berita mengenai pertemuan Messi dengan putranya justru membuat hidup semakin sengsara. Karena, Taliban serta grup pemberontak lainnya yakini Messi pun memberikannya uang banyak. Atas basic itu, Murtaza jadi tujuan.

Baca Juga : PSG Berpesta di Old Trafford, Roma Menang Tipis atas Porto

“Pasti akan lebih baik jika Murtaza tidak populer. Nyawa kami dipertaruhkan di sini, baik itu di kampung halaman ataupun di Kabul. Murtaza pun jadi seringkali habiskan waktu di rumah,” jelas Shafiqa.

Sekalinya tidak berjumpa Messi, Murtaza serta keluarganya memang tujuan Taliban sebab mereka terhimpun dalam suku Shia. Ghazni, propinsi kampung halaman Murtaza, telah lama jadi daerah perseteruan pada pemerintah Afghanistan dengan Taliban.

November lantas, beberapa ribu orang, termasuk juga keluarga Murtaza, telah mengungsi dari ruang itu sebab grup garis keras memperlancar serangan besar. Bila dapat pilih, kata Murtaza, ia lebih baik tinggalkan Afghanistan supaya bisa berlatih sepak bola serta jadi seperti Messi.

“Waktu ada di kampung halaman, saya juga tidak dapat berseragam Messi. Takutnya, justru ada orang yang melukai,” tutur Murtaza yang memang dihadiahi jersey asli Messi di tim nasional Argentina serta Barcelona.

“Saya mengharap, ada yang ingin membawa saya tinggalkan negara ini. Saya ingin jadi pesepakbola seperti Messi serta bermain dengan ia,” tutupnya.